WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Guru Besar Fakultas Teknik, Prof Muthia Elma tidak termasuk dalam tiga besar calon Rektor ULM (Universitas Lambung Mangkurat) yang diajukan ke Kemendiktisaintek.

Berdasar hasil rapat tertutup Senat ULM, Rabu (22/7/2026), ketiga calon rektor yang diajukan ke "Jakarta" adalah Prof Ahmad Alim Bachri (Rektor ULM saat ini), Dr Iwan Aflanie (Wakil Rektor ULM Bidang Akademik) dan Dr Rusmansyah (Dosen Senior FKIP ULM).

Sebelum pelaksaan rapat senat, digelar tahapan penyampaian visi, misi dan program kerja keempat bakal calon Rektor ULM tersebut.

Penyampaian visi, misi dan program kontestan Pilrek ULM itu berlangsung secara terbuka bahkan ditayangkan secara live di kanal YouTube.

Sementara rapat senat ULM berlangsung tertutup diikuti para anggota.

Diungkapkan Ketua Panitia Pilrek ULM, Prof Ifrani, pada rapat senat tersebut dilakukan dua kali pemungutan suara.

Pada pemungutan suara pertama yang diikuti 62 orang anggota senat, Prof Ahmad Alim Bachri meraih dukungan terbanyak yakni 40 suara.

Sementara Dr Iwan Aflanie 20 suara serta Prof Muthia Elma dan Dr Rusmansyah sama-sama mendapat satu suara.

Kemudian dilakukan lagi pemungutan suara tahap kedua yang "hanya" diikuti 55 orang anggota senat.

Baca Juga: Empat Bacalon Rektor ULM Adu Program, Mahasiswa : “Bawa ke Arah Lebih Baik”

Baca Juga: Berita-berita terkait Pilrek ULM

“Karena ada yang memperoleh jumlah suara yang sama, kami melaksanakan pemungutan untuk menentukan calon ketiga,” kata Prof Ifrani.

Hasilnya, Dr Rusmansyah didukung 36 suara dan Prof Muthia Elma meraih 18 suara serta satu suara tidak sah.

Ketiga calon terpilih tersebut akan disampaikan kepada Kemendiktisaintek sebagai dasar pelaksanaan tahapan berikutnya.

Sebelum diserahkan, ketiga calon rektor ini akan kembali mengikuti pengundian nomor urut lagi.

“Nanti Kementerian, khususnya Pak Menteri akan melakukan wawancara terhadap calon rektor ini,” kata Prof Ifrani.

Selanjutnya, pemilihan rektor dijadwalkan berlangsung pada 26 Agustus 2026.

Pada tahap akhir tersebut, Mendiktisaintek memiliki hak suara sebesar 35 persen, sedangkan 65 persen sisanya berasal dari anggota Senat ULM yang hadir dalam pemungutan suara.