Sementara orangtua siswa atlet menilai pihak SMAN 2 Banjarmasin memperlakukan anak mereka seperti siswa reguler.

Padahal, sebagai seorang atlet, mereka terpaksa sering absen untuk mengikuti turnamen atau kejuaraan olahraga.

“Mereka kan mewakili provinsi ini, mewakili Kalsel ke event-event olahraga bahkan ke tingkat nasional. Seperti anak saya yang sering mewakili Banjarmasin bahkan Kalsel ke kompetisi nasional,” ucap seorang orangtua siswa.

Selain itu, sebagai atlet, para siswa itu juga dituntut untuk aktif melakukan latihan yang terkadang waktunya berbenturan dengan jadwal sekolah.

Mereka juga mengatakan selalu menyampaikan jadwal latihan dan ajang olahraga yang harus diikuti ke pihak sekolah.

Dan, siswa juga mengerjakan tugas-tugas yang diberikan sebagai pengganti Ketika tidak mengikuti kegiatan belajar di sekolah. (wartabanjar.com/yohanes)