Harga Memori Makin Mahal, HP Murah Bakal Makin Jarang di Pasaran

Omdia mencatat, lonjakan harga DRAM dan NAND telah mengubah struktur biaya produksi smartphone secara signifikan.

Pada kuartal I-2026, biaya memori menghabiskan sekitar 59 persen dari total biaya produksi (bill of materials/BOM) smartphone dengan harga di bawah 400 dollar AS.

Pada perangkat dengan harga di bawah 99 dollar AS, porsinya bahkan mencapai 64 persen. Padahal, pada kuartal III-2025, kontribusi biaya memori di segmen smartphone di bawah 400 dollar AS masih berada di kisaran 31-32 persen dari total biaya produksi.

Kenaikan biaya juga terjadi di segmen premium. Pada smartphone dengan harga di atas 800 dollar AS (sekitar Rp 14,3 juta), kontribusi biaya memori meningkat dari sekitar 11 persen menjadi 26 persen.

Meski demikian, dampaknya lebih terasa di segmen entry-level karena ruang untuk memangkas biaya komponen lain sudah semakin terbatas, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari halaman resmi Omdia.

Untuk menekan biaya produksi, vendor mencoba menghemat komponen seperti panel layar, sensor kamera, hingga modul frekuensi radio (RF).

Namun, strategi ini dinilai semakin sulit diterapkan pada smartphone murah karena struktur biayanya sudah sangat ketat.

Secara keseluruhan, Omdia memperkirakan pasar smartphone global akan menyusut sekitar 12 persen pada 2026.

Penurunan ini terutama dipicu melemahnya permintaan di segmen smartphone dengan harga di bawah 400 dollar AS.

Sebaliknya, pengiriman smartphone dengan harga di atas 400 dollar AS diproyeksikan masih tumbuh sekitar 5,7 persen.