WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Undangan dialog terbuka yang dibawa Forum Demokrasi Milenial akhirnya diterima jajaran manajemen PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalselteng, di Kantor PLN UID Kalselteng, Banjarbaru, Senin (27/07/2026).

Penyerahan undangan tersebut dilakukan usai dua anggota Forum Demokrasi Milenial menggelar aksi simbolik, dengan berjalan kaki sekitar dua kilometer menuju kantor PLN UID Kalselteng.

Aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes, terhadap pemadaman listrik yang belakangan kembali dikeluhkan masyarakat di Kalimantan Selatan.

SRM Perencanaan PLN UID Kalselteng, Roxy Swagerino, mengatakan pihaknya menyambut baik undangan dialog terbuka yang diajukan Forum Demokrasi Milenial.

”Sesuai tanggal atau agenda yang sudah diagendakan, nanti akan hadir dari pihak kami untuk memberikan penjelasan,” ujarnya saat diwawancara awak media.

Sementara itu, Koordinator Forum Demokrasi Milenial, Helmie Yahya mengatakan dialog terbuka tersebut rencananya digelar di Banjarmasin pada Rabu (29/07/2026).

Sementara lokasi dan waktu pelaksanaannya akan diumumkan lebih lanjut.

Baca Juga: Dua Pemuda Jalan Kaki 2 km Sambil Bawa Stop Kontak ke Kantor PLN, Sindir Pemadaman Listrik

Baca Juga: Gubernur Kalsel Telepon Langsung GM PT PLN Pertanyakan Pemadaman Listrik

”Kami mengundang masyarakat yang merasakan keresahan itu untuk hadir di forum tersebut di hari Rabu tanggal 29 Juli 2026. Kita berdialog bersama,” katanya.

Helmie mengungkapkan, pihaknya sebenarnya pernah menyampaikan undangan dialog serupa kepada PLN UID Kalselteng sekitar dua pekan lalu.

Namun, upaya tersebut belum mendapat tanggapan sehingga kali ini mereka memilih menyampaikan undangan dengan cara berbeda melalui aksi simbolik.

”Sampai sekarang enggak ada respons sama sekali. Nah, lalu hari ini kami coba dengan skema yang berbeda,” tambahnya.

Usai menyerahkan undangan, Helmie berharap PLN dapat memenuhi ajakan dialog tersebut.

Mereka juga menunggu tindak lanjut dari undangan, yang telah diterima jajaran manajemen PLN UID Kalselteng.

”Karena yang sebelum-sebelumnya juga perbaikan-perbaikan, cuman aksi nyatanya terkait perbaikan, bukti, foto dan juga data, tidak ada sama sekali dilihat,” tegasnya.