WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Dua anggota Forum Demokrasi Milenial berjalan kaki sekitar dua Kilometer menuju Kantor PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalselteng yang berlokasi di Jalan Panglima Batur, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (27/7/2026) siang.

Perjalanan yang mereka tempuh dari Jalan Ahmad Yani itu dilakukan sebagai bentuk kritik simbolik terhadap pemadaman listrik yang belakangan kembali dikeluhkan masyarakat.

Selama perjalanan, mereka mengenakan kaus bertuliskan kalimat satir.

"Daerah Kami Masih Padam", "Mau Numpang Charger di PLN", ada pula tulisan "Mehadang Info PLN Menyalai Lampu".

Koordinator Forum Demokrasi Milenial, Helmie Yahya mengatakan aksi itu dilakukan untuk mempertanyakan akuntabilitas dan transparansi PLN dalam menangani persoalan pemadaman listrik.

Baca Juga 19 Kg Sabu dari 14 Kasus Narkoba di Banjarmasin ‘Diblender’, Ada Ekstasi dari Afrika

Baca Juga Aksi Simbolik Protes PLN, Dua Pemuda Susuri Jalan A Yani hingga Panglima Batur Banjarbaru

”Masyarakat Kalsel yang diperlukan saat ini dokumentasi ataupun bukti dan fakta-fakta di lapangan,” ujarnya sebelum masuk pintu gerbang Kantor PLN UID Kalselteng.

Sebelum memasuki gerbang Kantor PLN UID, Helmie dan rekannya memperlihatkan stop kontak yang mereka bawa sambil melontarkan candaan kepada awak media.

”Karena di wilayah kami juga mati listrik, kami mencoba apakah di dalam sana nyala. Baterai HP kami habis untuk charger dan lain sebagainya. Jadi kami mau numpang charger di PLN,” candanya.

Usut punya usut, mereka ternyata ingin menyampaikan undangan dialog terbuka kepada PLN UID Kalselteng yang direncanakan digelar pada Rabu (29/7/2026) nanti.

”Tiga hari saja untuk mempersiapkan transparansinya. Masa tiga hari tidak ada persiapan, sedangkan pemadamannya sudah berulang dalam beberapa minggu terakhir,” tegasnya sambil tersenyum. (wartabanjar.com/IKhsan)

Editor Restu