Meski demikian, Luluk memilih tidak larut dalam kesedihan.

Ia mulai bangkit dengan menerima pekerjaan menjahit dan berencana membuka usaha sembako dari rumah agar tetap memiliki penghasilan sekaligus bisa lebih dekat dengan kedua anaknya.

"Sekarang saya lebih banyak waktu bersama anak-anak. Saya ingin pelan-pelan bangkit lagi," katanya.

Kisah Luluk sontak viral di media sosial.

Banyak warganet atau netizen mempertanyakan kebijakan perusahaan yang dinilai terlalu tegas terhadap seorang pekerja yang diduga mengalami kelelahan.

Tak sedikit pula yang membandingkan nasib Luluk dengan sejumlah pejabat dan anggota dewan yang pernah menjadi sorotan publik karena tertidur saat rapat.

Beberapa komentar yang ramai bermunculan di media sosial antara lain:

"Anggota dewan juga tidur enggak dipecat."

"Yang tidur, main game, sampai ngevape saat rapat aman saja."

"Di tempat lain yang tidur saat rapat tetap santai."

"Kalau rakyat kecil salah sebentar langsung kehilangan pekerjaan."

(wartabanjar.com/sud)