WARTABANJAR.COM, BALIKPAPAN – Warga pesisir Kalimantan perlu mewaspadai banjir rob beberapa hari ke depan.

Hal ini berkaitan dengan fenomena bulan perigee dan new moon (bulan baru) pada 14 Juli 2026.

Kejadian ini mulai tampak di pesisir Kalimantan Timur, dengan kehadiran gelombang besar.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan potensi naiknya air laut terjadi mulai dari Maluku hingga Aceh.

Untuk Kalimantan kemungkinan besar melanda tiga provinsi sepanjang 9-22 Juli 2026.

Pesisir Kalimantan Utara, terutama Tarakan pada 15-19 Juli, dan Kalimantan Barat termasuk sebagian Sungai Kapuas pada 13-18 Juli.

Untuk pesisir Kalimantan Tengah seperti Kumai, Pantai Lunci, Kuala Jelai, Kuala Pembungan, Sampit, dan Kapuas pada 14-20 Juli.

Kendati demikian bukan berarti pesisis Kalimantan Selatan luput dari ancaman banjir rob.

Berdasarkan informasi dari Badan Kelautan dan Atmosfer AS (NOAA), perigee adalah kondisi ketika Bulan berada pada titik terdekatnya dengan Bumi.

Baca Juga: Kabut Asap Karhutla di Tumbang Nusa Mulai Ancam Jalur Banjarmasin-Palangka Raya Kalteng

Baca Juga: Tim Gabungan Terus Cari Murid SDN 3 Balikpapan yang Terseret Ombak Pantai Kemala

Sementara itu, Bulan baru adalah fase di mana Bulan tampak gelap karena posisinya berada tepat di antara Bumi dan Matahari, dalam keadaan hampir sejajar.

Ketika posisi Bulan dan Matahari semakin dekat dengan Bumi, tarikan gravitasi yang dihasilkan keduanya menjadi lebih kuat.

Interaksi gravitasi antara ketiga benda langit inilah yang memicu terjadinya pasang surut, yaitu gelombang berperiode panjang yang membuat air laut seolah 'ditarik' bolak-balik seiring pergerakan orbitnya.

Dalam setahun, fase Bulan baru atau Bulan purnama bisa bertepatan dengan perigee sebanyak 6 hingga 8 kali.

Pertemuan kedua fase ini memicu fenomena yang disebut pasang surut perigee, di mana batas air pasang bisa naik jauh lebih tinggi dibandingkan kondisi normalnya sepanjang tahun.