Kaum Rebahan Bisa Berujung Penyakit Mental, Simak Tips Sehat ini
WARTABANJAR.COM - Kaum rebahan adalah julukan yang menggambarkan seseorang yang kerap menghabiskan waktu berlama-lama dalam posisi berbaring, Jumat (10/7/2026).
Gaya hidup “mager” atau malas bergerak ini ini memiliki tingkat aktivitas fisik yang sangat rendah. Simak tips sehat dalam berita ini.
Waktu dihabiskan di depan gadget, seperti bermain gim atau menjelajahi media sosial.
Namun kebiasaan ini berpotensi menjadi tanda kondisi kesehatan mental tertentu.
Salah satu kondisi yang patut diwaspadai adalah klinomania, yaitu obsesi atau dorongan kuat untuk terus berbaring atau tidur.
Baca Juga Tips Sehat, Jaga Jantung dengan Konsumsi Probiotik dan Prebiotik
Baca Juga Tips Atasi Bayi Rewel Saat Tumbuh Gigi, Berikan Teether
Ciri-Ciri Utama Kaum Rebahan yang Perlu Diketahui
Sering Mager:
Kecenderungan untuk bermalas-malasan dan menghindari aktivitas fisik, lebih memilih untuk tetap di tempat tidur atau sofa daripada bergerak.
Habiskan Waktu dengan Gawai:
Mayoritas waktu dihabiskan dengan gawai, seperti melakukan scrolling
media sosial atau bermain gim tanpa tujuan yang jelas.
Sulit Bangun:
Merasa berat untuk memulai aktivitas, bahkan pada akhir pekan, dan seringkali menunda untuk bangkit dari tempat tidur.
Kebiasaan Santai Berlebihan:
Menganggap rebahan sebagai satu-satunya cara untuk mengisi ulang energi, namun dilakukan secara berlebihan hingga mengganggu aktivitas harian.
Dampak pada Kesehatan Fisik
Risiko kesehatan fisik yang mengintai meliputi obesitas atau berat badan berlebih, kolesterol tinggi, dan penyakit jantung. Kurangnya aktivitas fisik dapat memperlambat metabolisme tubuh.
Selain itu, kebiasaan rebahan segera setelah makan dapat memicu masalah pencernaan seperti penyakit refluks gastroesofageal (GERD), di mana asam lambung naik kembali ke kerongkongan.
Dampak pada Kesehatan Mental
Rebahan berlebihan juga bisa menjadi indikasi atau memperburuk masalah kesehatan mental.
Kebiasaan ini dapat terkait dengan klinomania, yaitu dorongan kuat dan tidak tertahankan untuk terus berbaring atau berada di tempat tidur.
Kondisi ini sering dikaitkan dengan depresi dan kecemasan, yang dapat menyebabkan isolasi sosial dan pengabaian perawatan diri.
Penurunan Produktivitas dan Kebugaran