“Setelah itu kami mendapati titik baru di Pengayuan, tepatnya di belakang lokasi kami saat ini. Terlihat ada kepulan asap sehingga langsung kami lakukan peninjauan,” katanya.
Saat berada di lokasi, tim juga memperoleh informasi dari warga yang sedang memancing di sekitar kawasan tersebut. Menurut keterangan warga, asap sudah mulai terlihat sejak sekitar pukul 10.00 Wita.
“Kebetulan kami bertemu dengan warga yang sedang memancing. Beliau menyampaikan bahwa asap tersebut sudah terlihat sejak pukul 10.00 tadi,” jelas Sahri.
Menindaklanjuti temuan tersebut, BPBD Provinsi Kalimantan Selatan segera melaporkan kejadian itu kepada Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Provinsi Kalimantan Selatan agar penanganan dapat segera dilakukan.
“Untuk saat ini, kejadian kebakaran hutan dan lahan di lokasi tersebut sudah kami sampaikan ke Pusdalops BPBD Provinsi Kalimantan Selatan dan akan segera ditindaklanjuti sesuai prosedur penanganan,” ujar Sahri.
BPBD Provinsi Kalimantan Selatan terus mengintensifkan patroli rutin sebagai langkah deteksi dini selama musim kemarau guna mempercepat penanganan apabila ditemukan indikasi kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah rawan. (Wartabanjar.com/MC Kalsel/*)
Editor Restu







