Kedua, optimalisasi program Bangga Kencana dengan mendongkrak cakupan pelayanan KB baru maupun menjaga akseptor lama.
Ketiga, penguatan peran pengasuhan holistik melalui gerakan ayah mengantar anak ke sekolah dan mengambil rapor.
Keempat, memaksimalkan pertemuan bulanan sebagai ruang peningkatan kompetensi pencatatan, dan kelima adalah memperkuat sinergi lintas sektor dengan aparat desa maupun puskesmas.
”Keluarga adalah pilar utama pembangunan bangsa, dan keseimbangan peran antara ayah dan ibu merupakan fondasi terciptanya keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Kader IMP harus menjadi agen utama yang menyosialisasikan gerakan pengasuhan ini di tengah masyarakat,” tutup Maria Ulfah.(Wartabanjar.com/Gazali/*)
Editor Restu







