Beredar Video Pengakuan Penyerang Polisi Katingan: Kami Kejar Pakai Kelotok, Kami Tembak dan Tombak
WARTABANJAR.COM, KATINGAN - Berdasar penelusuran di lokasi kejadian, Kompolnas (Komisi Kepolisian Negara), menduga tiga polisi Katingan, Kalteng yang gugur saat penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, bukan karena tenggelam dan terseret arus sungai.
Menurut Kompolnas, penyebabnya adalah aksi kekerasan, bahkan 2 orang di antaranya disekap dan disiksa sampai meninggal dulu baru dibuang ke Sungai Katingan.
Temuan Kompolnas ini mirip dengan pengakuan seorang terduga penyerang personel Polres Katingan yang videonya beredar di medsos.
Video itu berisi rekaman pengakuan seorang laki-laki yang diinterogasi sejumlah orang yang diduga polisi.
Pada pengakuannya, laki-laki berinisial Y itu mengaku ikut melakukan penganiayaan terhadap Aiptu Yudhie Perdana Putra, Briptu Nopandri Ramadhana dan Ipda Sumariyanto.
Tak hanya itu, ia juga mengaku membakar mobil milik polisi.
Baca Juga: Ada Perempuan di Daftar Perburuan Polisi dalam Tragedi Tumbang Kalemei Katingan
Baca Juga: Bercak Darah Kuak Tragedi Tumbang Kalemei, Polisi Katingan Disiksa Lalu Dibuang ke Sungai
Dalam kondisi duduk di tanah dan kedua tangan terikat, Y menyebut massa terus mengejar personel Satrenarkoba Polres Katingan yang berenang untuk menyelamatkan diri.
Massa pengejar menaiki kelotok dan 4 orang di antara mereka membawa senjata api rakitan.
Di tepian sungai, massa kemudian menombak dan menembak polisi yang berada dalam kondisi kelelahan usai berenang di arus deras.
Kapolres Katingan, AKBP Dodik Hartono mengatakan Y memang telah ditangkap pada Rabu (8/7/2026).
Pada hari itu, selain Y juga ditangkap laki-laki lain berinisial L
"Mereka ditangkap di tempat persembunyiannya, masih di Katingan," ucapnya.
Sampai sekarang, polisi telah menangkap 5 orang berinisial S, R, N, Y dan L.
Sementara bandar narkoba yang menjadi target utama yakni BI dan BU masih dalam pengejaran polisi.
Sebelumnya, juga beredar informasi dalam daftar orang-orang yang diburu polisi terdapat seorang perempuan yang diduga anggota keluarga target operasi.
Tragedi Tumbang Kalemei berawal dari operasi penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah pada Kamis (2/7/2026).