WARTABANJAR.COM - Perusahaan rintisan (startup) kecerdasan buatan (AI) asal China, DeepSeek, dikabarkan tengah mengembangkan chip AI buatannya sendiri.

Langkah ini dilakukan agar perusahaan tidak lagi bergantung pada pasokan chip dari Nvidia maupun Huawei, untuk menjalankan model AI mereka.

Informasi tersebut diungkap tiga sumber yang mengetahui rencana tersebut kepada Reuters. Menurut mereka, chip yang sedang dikembangkan DeepSeek dirancang khusus untuk inference, yaitu proses ketika model AI yang telah dilatih menghasilkan jawaban atau respons kepada pengguna, bukan untuk melatih (training) model AI baru.

Apabila proyek tersebut berhasil, pengembangan chip internal akan menjadi perubahan strategi besar bagi DeepSeek. Selama ini perusahaan lebih dikenal sebagai pengembang model AI ketimbang produsen perangkat keras (hardware).

Sebenarnya, DeepSeek hanya mengikuti jejak sejumlah perusahaan AI global yang mulai mengembangkan chip sendiri, guna mengurangi ketergantungan pada Nvidia.

Bulan lalu, OpenAI memperkenalkan chip inference pertamanya yang diberi nama Jalapeno, hasil kolaborasi dengan Broadcom.

Sementara Anthropic juga dikabarkan sedang mempertimbangkan pengembangan chip AI buatannya sendiri.

Baca Juga: Google Mulai Menutup Akses Android, Pengembang Custom ROM Merasa Khawatir

Baca Juga: Kecanggihan AI China Makin Dekati Milik Amerika Serikat

Bagi DeepSeek, langkah ini memiliki nilai strategis yang lebih besar. Pemerintah Amerika Serikat masih membatasi ekspor chip AI Nvidia paling canggih ke China, sehingga perusahaan-perusahaan teknologi di negara tersebut didorong untuk mengembangkan alternatif dalam negeri.

Pendiri DeepSeek, Liang Wenfeng, bahkan pernah mengakui dalam wawancara pada 2024 bahwa pembatasan ekspor chip menjadi salah satu tantangan utama perusahaan.

Sejak berdiri, DeepSeek menggunakan kombinasi chip Nvidia dan Huawei untuk mengembangkan model AI-nya.

Model dasar yang menjadi fondasi DeepSeek R1, model AI yang sempat mengguncang industri teknologi global pada Januari 2025, dilatih menggunakan chip Nvidia H800.

Chip tersebut merupakan varian khusus untuk pasar China sebelum akhirnya juga terkena larangan ekspor dari pemerintah AS pada akhir 2023.