​“Jika Anda melihat Bagnaia, sepertinya ada titik di mana dia memiliki cengkeraman yang kuat, cengkeraman yang kuat, cengkeraman yang kuat, lalu semuanya hilang,” ujar Neil Hodgson.

​“Begitu tekanan ban depannya naik, dia tidak bisa mengendalikannya. Sedangkan Ai Ogura terlihat seperti memulai dari posisi tanpa cengkeraman yang baik, dan kemudian, ketika tekanannya naik, dia mampu berjuang dalam situasi tersebut,” pungkasnya.

Paket aerodinamika terbaru pada Aprilia RS-GP versi 2026, yang diklaim beberapa pengamat bisa meningkatkan downforce, kini mulai mengancam hegemoni kehebatan aerodinamika Ducati.

​Masih ada 12 seri tersisa, dan persaingan menuju gelar juara dunia 2026 telah memunculkan kuda hitam baru dari Asia, Ai Ogura. Apakah Ogura bisa mempertahankan performa impresifnya? Hasilnya bisa dilihat saat balapan. (Wartabanjar.com)