WARTABANJAR.COM, KATINGAN - Satu dari dua polisi yang hilang usai menggerebek bandar narkoba di Katingan Kalteng, sudah ditemukan.

Warga Desa Tumbang Lahang menemukan anggota Satresnarkoba Polres Katingan, Bripda Nopandri Ramadhana dalam kondisi meninggal di Sungai Katingan yang masuk wilayah desanya, Sabtu (4/7/2026) petang.

Sementara satu polisi lagi, Aiptu Sumariyanto belum ditemukan.

Dengan meninggalnya Bripda Nopandri Ramadhana, maka jumlah polisi yang gugur dalam penggerebekan bandar narkoba di Desa Tambang Kelemei menjadi 2 orang.

Viral di medsos, banyak netizen yang menyoroti lokasi penemuan jenazah Bripda Nopandri yang disebut tersangkut ranting-ranting pohon di Sungai Katingan wilayah Desa Tambang Lahang.

Pasalnya, bila menyusuri sungai itu dari lokasi penggerebekan, Desa Tambang Kalamei hingga Tambang Lahang, berjarak 37 kilometer.

Netizen pun melontarkan beragam spekulasi di media sosial.

Baca Juga: Jadi 2 Polisi Gugur Saat Gerebek Bandar Narkoba Katingan Kalteng, Aiptu Sumariyanto Masih Hilang

Baca Juga: Kronologi Gugurnya Polisi Saat Gerebek Bandar Narkoba Katingan Kalteng, Diserang Massa Bersenjata Tajam

Ada yang menduga jenazah memang hanyut dibawa arus air Sungai Katingan yang berkelok-kelok hingga masuk Kawasan Desa Tambang Lahang.

Tetapi ada juga yang berspekulasi, Bripda Nopandri sempat dibawa kelompok pengedar narkoba itu sebelum dibunuh dan dibuang di sungai yang jauh dari lokasi penggerebekan.

Kedua spekulasi ini ramai menjadi pembahasan netizen di berbagai platform medsos.

Terlepas dari spekulasi netizen itu, Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono membenarkan jauhnya jarak penemuan jenazah Bripda Nopandri Ramadhana dari lokasi penggerebekan.

"Kalau mengikuti alur Sungai Katingan, jaraknya memang kurang lebih 37 kilometer dari Desa Tumbang Kalemei sampai Desa Tumbang Lahang," ujarnya.

Ia menyatakan, jauhnya jarak tersebut menggambarkan derasnya arus Sungai Katingan.

Dengan ditemukannya Bripda Nopandri, pencarian kini difokuskan ke Aiptu Sumariyanto.

Tim gabungan dari Bareskrim Polri, Polda Kalten, Polres Katingan, Basarnas, dan relawan terus menyisir Sungai Katingan serta kawasan hutan di sekitar lokasi kejadian.