Jadi 2 Polisi Gugur Saat Gerebek Bandar Narkoba Katingan Kalteng, Aiptu Sumariyanto Masih Hilang
WARTABANJAR.COM, KATINGAN - Setelah Aiptu Anumerta Yudhie Perdana Putra, jumlah polisi yang gugur saat melakukan operasi penggerebekan bandar narkoba di Kaltingan, Kalteng, bertambah seorang lagi.
Yakni, Bripda Nopandri Ramadhana yang jenazahnya ditemukan tersangkut ranting kayu di aliran Sungai Katingan wilayah Desa Tumbang Lahang, Katingan Tengah.
Hingga Minggu (5/7/2026) pagi ini, masih ada satu polisi yang belum ditemukan keberadaannya yakni Aipda Sumariyanto.
Ketiga polisi tersebut merupakan anggota tim yang melakukan penggerebekan terhadap bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Katingan, Kamis (2/7/2026) dini hari WIB.
Penggerebekan ini mendapat perlawanan dari massa bersenjata tajam sehingga tim harus mundur menyelamatkan diri ke arah sungai.
Dua orang meninggal dalam penggerebekan ini yakni Aiptu Anumerta Yudhie Perdana Putra akibat terkena sabetan senjata tajam dan seorang warga sipil Teriyo yang terkena tembakan.
Sebelum ditemukan warga Desa Tumbang Lahang, tim Satresnarkoba Polres Katingan itu berenang di sungai yang arus airnya deras guna menyelamatkan diri.
Baca Juga: Tragedi Gerebek Bandar Narkoba Katingan Kalteng: Aipda Yudhie Naik Pangkat, 2 Polisi Masih Hilang
Diduga Bripda Nopandri Ramadhana dan Aiptu Sumariyanto hanyut dibawa arus air saat berenang.
Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono saat dikonfimasi mengatakan saat ini jenazah Bripada Nopandri Ramadhana masih berada di RS Bhayangkara Palangkaraya untuk menjalani pemeriksaan dan identifikasi.
Gugurnya Bripda Nopandri Ramadhana menjadi pukulan berat bagi keluarga terutama orang tuanya.
Bahkan, sang ayah dikabarkan masuk rumah sakit akibat syok mendengar kabar anaknya.
"Kena serangan jantung saat mendengar kabar duka anaknya, memang sebelumnya sudah sakit ditambah lagi saat mendapat kabar ini," kata kakak sepupu Brida Nopandri Ramadhana, Norhayati.
Ia mengungkapkan Bripda Nopandri adalah anak bungsu dari dua bersaudara.