WARTABANJAR.COM, TANJUNG - Sebanyak 14 desa di Kecamatan Muara Uya, Kabupaten Tabalong, resmi meluncurkan usaha bersama berupa layanan penyewaan bus untuk masyarakat umum, Kamis (25/06/2026).

Usaha tersebut dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) Sumber Makmur Sejahtera, sebagai upaya meningkatkan pendapatan desa sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.

Peresmian usaha ditandai dengan pemotongan pita dan pemecahan kendi oleh Bupati Tabalong, Muhammad Noor Rifani, di depan rumah dinasnya di Kelurahan Pembataan, Kecamatan Murung Pudak.

Bus yang dioperasikan memiliki kapasitas 32 penumpang, dan dibeli menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun 2025, dengan nilai investasi mencapai Rp1,2 miliar.

Sekretaris BUMDesma Sumber Makmur Sejahtera, Muhammad Noor Reza Yusuf, mengatakan layanan rental bus tersebut mendapat respons positif dari masyarakat, meski baru saja diresmikan.

Menurut dia, sejumlah pesanan telah masuk, terutama untuk perjalanan ziarah ke makam ulama di Kalimantan Selatan, maupun kunjungan ke Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Ziarah ke Banjarmasin atau yang ke IKN itu tarifnya berbeda-beda, menyesuaikan rute perjalanan,” ujar Reza.

Ia menjelaskan, tarif sewa bus untuk tujuan Banjarmasin berkisar antara Rp7,5 juta hingga Rp8,5 juta per perjalanan. Biaya tersebut sudah termasuk jasa sopir dan satu kernet.

Baca Juga: Polres Tabalong Pantau Pertumbuhan Jagung Hibrida di Desa Muang, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Baca Juga: Polsek Banjarmasin Selatan Gelar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan di Jalan Rajawali

Sementara itu, perwakilan 14 pemerintah desa di Kecamatan Muara Uya yang juga Kepala Desa Uwie, Mulyadi Trisno, mengatakan pengadaan bus merupakan hasil gotong royong seluruh desa yang tergabung dalam BUMDesma.

Masing-masing desa, kata dia, mengalokasikan dana sebesar Rp100 juta pada APBDes Tahun 2025 untuk mendukung pembelian armada tersebut.

“Setiap desa menyisihkan Rp100 juta. Pengadaan bus sempat tertunda karena harus melalui proses pemesanan dan pengadaan terlebih dahulu,” katanya.

Ia menambahkan, setelah melalui berbagai tahapan administrasi dan pengadaan, armada bus akhirnya dapat direalisasikan dan mulai beroperasi tahun ini.