Tips Menjaga Kesehatan Bagi Jemaah Haji 2026 Setelah Pulang ke Tanah Air

Penyakit ini banyak ditemukan di negara Timur Tengah.

MERS lebih berisiko menyerang para lansia yang memiliki kekebalan tubuh lemah, serta mengidap penyakit kronis.

Gejalanya meliputi demam, batuk, sesak napas, gangguan pencernaan, dan nyeri otot.

Komplikasi yang dapat terjadi adalah gagal napas, infeksi yang meluas, gagal organ, hingga kematian.

BACA JUGA: Pemerintah Arab Saudi Apresiasi Layanan Kesehatan Haji Indonesia

BACA JUGA: Klinik Kesehatan Haji Indonesia Telah Layani 3.745 Jemaah Haji Sakit di Mekkah

COVID-19

COVID-19 merupakan penyakit yang sebelumnya menjadi pandemi.

Kendati di 2026 ini pandemi COVID-19 sudah berakhir, namun jemaah tetap dianjurkan menjaga kesehatan agar tak terpapar virusnya.

COVID-19 ini disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 yang gejalanya meliputi sakit kepala, batuk, demam, sakit tenggorokan, hingga hilangnya kemampuan indera perasa dan penciuman.

Virus ini mudah menular bahkan dari orang yang terinfeksi tetapi tidak menunjukkan gejala. 

Meningitis

Meningitis merupakan peradangan yang terjadi pada selaput otak dan sumsum tulang belakang (meningen).

Gejalanya meliputi nyeri kepala hebat, kaku kuduk, kejang, hingga penurunan kesadaran.

Gangguan Pencernaan

Gangguan pencernaan seperti diare rentan dialami oleh jemaah haji karena adanya perubahan pola makan dan minum, jenis makanan yang berbeda, serta kondisi sanitasi yang mungkin kurang memadai.

Kondisi ini berisiko menyebabkan dehidrasi, terutama di kalangan lansia.