WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Di tengah bayang-bayang masalah kesehatan anak nasional seperti stunting, karies gigi, hingga ancaman obesitas, pemenuhan nutrisi yang seimbang dan tepat sasaran menjadi hal krusial.
Susu formula berbahan dasar susu segar tanpa tambahan perisa sintetik resmi kemudian diperkenalkan ke pasar Indonesia guna mendorong standar gizi yang lebih sehat dan transparan.
Langkah ini dilakukan sebagai alternatif solusinya.
Pemahaman orang tua terhadap komposisi utama dan asal-usul sumber bahannya dinilai masih perlu terus diperkuat.
Para orang tua agar lebih teliti saat menyeleksi produk nutrisi di pasaran, agar produk yang dipilih tidak salah dan tentunya lebih bermanfaat bagi buah hati.
Oleh sebab itu, orangtua juga diharapkan lebih kritis bahkan wajib membaca dulu label produk susu tersebut untuk memastikan kandungan zat apa saja yang ada di produk itu, apakah aman dikonsumsi atau tidak.
“Orang tua perlu lebih kritis dalam membaca label produk nutrisi anak. Selama ini, banyak orang tua cenderung fokus pada kandungan tambahan seperti AHA, DHA, Omega-3, dan Omega-6, padahal komposisi utama penting untuk dipahami. Kandungan yang tercantum pertama di dalam urutan komposisi menunjukkan komponen terbesar dalam suatu produk,” jelas Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Universitas Indonesia sekaligus Konsultan Tumbuh Kembang Pediatri Sosial FKUI-RSCM, Prof. DR. dr. Rini Sekartini, Sp.A (K).







