Ia juga meminta masyarakat memanfaatkan bulan Juni untuk mengoptimalkan pengisian waduk di daerah masing-masing guna mengurangi risiko kebakaran hutan dan menjaga ketersediaan air selama musim kemarau.
“Ke depan, selama masih ada hujan, sebaiknya dilakukan pengisian waduk untuk mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.
Fachri menambahkan, modifikasi cuaca juga akan dilakukan untuk menambah pasokan air di wilayah yang rentan mengalami karhutla, terutama di enam provinsi tersebut.
“Apabila diperlukan penambahan air untuk meningkatkan kejenuhannya, maka dilakukan juga modifikasi cuaca,” ucapnya.
Menurutnya, pemantauan terhadap wilayah-wilayah rentan tersebut dilakukan secara berkala, baik dalam jangka panjang (bulanan) maupun jangka pendek (harian).
“Seiring masuknya puncak musim kemarau, informasi ini akan terus kami intensifkan kepada berbagai pihak, seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah daerah, dan pihak terkait lainnya agar dapat meningkatkan kewaspadaan,” tandasnya. (Wartabanjar.com/atoe)
Editor Restu







