WARTABANJAR.COM, BARABAI – Dinas Pertanian Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) memastikan seekor anjing yang terkait kasus gigitan warga di Desa Tilahan, Kecamatan Hantakan, dinyatakan positif rabies berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium.

Meski demikian, seluruh korban gigitan telah mendapat penanganan medis dan vaksin anti rabies (VAR) sejak awal kejadian sehingga risiko penularan dapat dicegah.

Kepala Dinas Pertanian HST, Agustian, melalui Dokter Hewan Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, drh. Bayu Rakhmat M, mengatakan hasil pemeriksaan tersebut diketahui setelah sampel jaringan otak anjing diperiksa di laboratorium.

“Yang positif itu dari Tilahan. Kalau yang dari Hantakan hasilnya negatif,” ujar Bayu kepada wartabanjar.com, Senin (8/6/2026).

Ia menjelaskan, anjing di Desa Tilahan sebelumnya telah mati dan dikuburkan warga setelah kejadian gigitan. Untuk memastikan status rabies, petugas kemudian melakukan pengambilan sampel dengan membongkar kuburan anjing tersebut sebelum mengirimkannya ke laboratorium untuk diperiksa.

Baca Juga Kejati Geledah Kantor ESDM Kalsel, Satu Pegawai Jadi Tersangka Korupsi Perizinan Tambang

Baca Juga Polisi Kembali Gelar Reka Adegan Kasus Ustazah Hasanah di Sungai Ulin Banjarbaru

Bayu memastikan para korban yang sempat mengalami gigitan telah mendapatkan penanganan sesuai prosedur kesehatan.

“Alhamdulillah, korban-korban yang terkena gigitan sudah ditangani oleh pihak puskesmas sesuai prosedur, termasuk pemberian vaksin anti rabies. Jadi langkah pencegahan sudah dilakukan sejak awal,” katanya.

Sebelumnya, empat warga dari Desa Tilahan, Hantakan, Bulayak, dan Pasting dilaporkan menjadi korban gigitan hewan dalam dua hari berturut-turut pada 27 hingga 28 Februari 2026. Seluruh korban mendapat penanganan di Puskesmas Hantakan dan menjalani pemantauan sesuai prosedur kesehatan.

Menurut Bayu, pemberian vaksin anti rabies kepada korban memang dilakukan tanpa harus menunggu hasil laboratorium keluar. Langkah tersebut merupakan standar penanganan untuk mengantisipasi kemungkinan penularan rabies.

“Biasanya puskesmas langsung melakukan vaksinasi kepada korban gigitan. SOP-nya memang seperti itu untuk menghindari risiko apabila hewan tersebut positif rabies,” ujarnya.