Selain mengungkap hasil pemeriksaan laboratorium, Dinas Pertanian HST juga mengingatkan pentingnya vaksinasi pada hewan peliharaan sebagai upaya pencegahan rabies.

Bayu mengatakan pihaknya secara rutin menyediakan vaksin rabies dan tenaga kesehatan hewan yang siap melakukan vaksinasi di berbagai wilayah. Namun, kesadaran masyarakat untuk memvaksin hewan peliharaan masih perlu ditingkatkan, terutama di daerah pegunungan.

“Kami sudah menawarkan vaksinasi ke desa-desa. Vaksinnya tersedia dan petugas juga siap. Namun masih ada masyarakat yang belum memanfaatkan layanan tersebut,” katanya.

Menurutnya, sebagian pemilik anjing masih beranggapan vaksin dapat membuat hewan peliharaan menjadi kurang agresif atau tidak lagi tangguh saat digunakan berburu. Padahal kondisi tersebut hanya bersifat sementara sebagai respons tubuh terhadap vaksin.

“Itu hanya proses penyesuaian tubuh terhadap vaksin. Dalam beberapa hari biasanya kondisi hewan akan kembali normal,” jelasnya.

Bayu mengimbau masyarakat yang memelihara hewan penular rabies seperti anjing, kucing, monyet, dan musang untuk rutin melakukan vaksinasi guna mencegah penyebaran penyakit tersebut.

“Kalau hewan sudah terkena rabies, kemungkinan besar tidak akan sembuh dan akhirnya mati. Selain itu, rabies juga bisa menyebar apabila hewan yang terinfeksi menggigit manusia atau hewan lain. Karena itu, cara pencegahan yang paling tepat adalah vaksinasi,” tegasnya. (wartabanjar.com/Adew)

Editor Restu