WARTABANJAR.COM, BARABAI – Sehari setelah angin puting beliung menerjang Desa Ayuang, Kecamatan Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, sebagian atap rumah Romansyah masih ditutupi terpal.
Di halaman rumahnya, sejumlah barang tampak dijemur untuk dikeringkan.
Bekas kerusakan akibat cuaca ekstrem yang terjadi pada Selasa (2/6/2026) sore masih terlihat di beberapa sudut rumah.
Rumah Romansyah menjadi satu dari 12 rumah yang rusak akibat angin puting beliung yang melanda empat desa di Kecamatan Barabai dan Batang Alai Selatan.
Berdasarkan data BPBD dan Damkar HST, rumah terdampak tersebar di Desa Banua Jingah, Ayuang, Bakapas, dan Tembok Bahalang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Baca Juga Kebakaran Hebat di Gang Kalimantan 1 Banjarmasin Luluhlantakkan Rumah dan Harta Diansyah
Baca Juga Tips 5 Cara Jantung Tetap Sehat, Tak Disuka ‘Kaum Rebahan
Saat ditemui wartabanjar.com, Rabu (3/6/2026), Romansyah menceritakan kembali detik-detik ketika angin puting beliung menerjang kawasan tempat tinggalnya. Saat itu, ia berada di rumah bersama istri dan tiga anaknya.
“Waktu itu kami sekeluarga di rumah semuanya. Ada lima orang, saya, istri dan tiga anak,” ujarnya.
Sekitar pukul 17.00 Wita, hujan turun cukup deras. Tak lama kemudian, angin datang dari arah padang di belakang rumah dan bertiup semakin kencang.
Dari dalam rumah, Romansyah mulai mendengar suara seng di bagian atap berguncang diterpa angin.
Di tengah situasi tersebut, istrinya sempat mengajak keluar rumah. Namun Romansyah memilih bertahan karena khawatir kondisi di luar justru lebih berbahaya.
“Pas itu mamanya anak-anak hendak keluar. Saya bilang jangan dulu, di rumah saja dulu,” katanya.
Beberapa saat kemudian, kondisi semakin mengkhawatirkan. Seng di bagian atap mulai terangkat satu per satu diterpa angin yang datang bersama hujan deras.
Romansyah mengaku keluarganya tidak sempat lagi memikirkan barang-barang yang ada di dalam rumah. Mereka hanya berkumpul dan menunggu angin berlalu.







