Polisi Ungkap Fakta Kecelakaan Maut Banjarbaru-Batulicin, Pengemudi Truk Sempat Mengeluh Lelah
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Polres Tanah Bumbu mengungkap sejumlah fakta dalam penyelidikan kecelakaan maut di jalan alternatif Banjarbaru-Batulicin.
Fakta tersebut mulai dari kondisi pengemudi sebelum kejadian hingga keterangan terkait perjalanan dan kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan.
Kapolres Tanah Bumbu AKBP Novy Adi Wibowo mengatakan, EY sebelumnya melakukan perjalanan menuju Binuang pada Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 18.00 Wita.
“Setelah tiba di Binuang pada Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 06.00 Wita dan membongkar muatan, ia kemudian kembali menuju Batulicin sekitar pukul 08.00 Wita,” ujarnya kepada awak media, Jumat (14/8/2026).
Dalam perjalanan pulang melalui Simpang Empat Pengaron, EY sempat beberapa kali beristirahat. Salah satunya di kawasan Gunung Pakuwon, tempat EY mengeluhkan kondisi tubuhnya kepada saksi.
“Pada saat beristirahat di Gunung Pakuwon, Saudara EY (almarhum) sempat mengeluhkan bahwasanya badannya lelah dan mengantuk,” jelas Kapolres.
Keterangan tersebut juga diperkuat rekan pengemudi tangki, Nurdin.
Baca Juga Diduga Jadi Korban Kekerasan, Sejumlah Santri Ponpes Jalan Cemara Ujung Banjarmasin Trauma
Baca Juga Kasus Begal Payudara di Kabupaten Banjar, Dosen ULM Nilai Tak Sekadar Gangguan Mental
Menurut Novy, berdasarkan pengalaman Nurdin mengemudikan truk tangki dengan rute yang sama melalui jalan alternatif, perjalanan pulang dalam kondisi lelah berpotensi menyebabkan microsleep.
EY juga sempat singgah di Warung Gunung Pakuwon untuk makan siang.
“Setelah makan, EY kembali menyampaikan bahwa dirinya merasa lelah dan mengantuk,” ungkap Novy.
Selain kondisi pengemudi, polisi mengungkap fakta lain mengenai posisi EY dalam armada truk tangki tersebut.
Novy mengatakan, EY ternyata bukan sopir yang tercatat sebagai karyawan PT Karisma Batulicin.
Berdasarkan keterangan Manager Operasional PT Karisma Batulicin, Anggoro Setyo, sopir yang tercatat sebagai karyawan untuk armada tersebut adalah Rahmadi.
“Yang tercatat sebagai karyawan adalah Saudara Rahmadi, selaku bapak dari Saudara EY (almarhum, sopir),” jelasnya.
Dalam pemeriksaan, Rahmadi menerangkan EY merupakan kernetnya.
Namun, saat perjalanan tersebut EY mengemudikan truk seorang diri karena Rahmadi sedang sakit gigi.