UPTD TPA Banjarbakula Kenalkan Magot, Solusi Pengolahan Sampah Organik di Kalsel Expo 2026
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – UPTD Pengelolaan TPA Sampah dan Limbah B3 Regional Banjarbakula mengenalkan pemanfaatan magot atau larva Black Soldier Fly (BSF) sebagai salah satu solusi pengolahan sampah organik kepada masyarakat melalui gelaran Kalsel Expo 2026.
Edukasi tersebut disampaikan Kepala UPTD Pengelolaan TPA Sampah dan Limbah B3 Regional Banjarbakula, Yudhi Syarif, S.T., saat diwawancarai di stan UPTD TPA Banjarbakula di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Jumat (14/8/2026).
Yudhi mengatakan, keikutsertaan UPTD TPA Banjarbakula dalam Kalsel Expo 2026 tidak hanya untuk memeriahkan kegiatan, tetapi juga menjadi kesempatan mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan sampah.
“Tujuannya selain untuk memeriahkan acara expo ini, tentu saja kami juga mengedukasi masyarakat tentang sampah,” ujar Yudhi.
Menurutnya, TPA merupakan bagian hilir dalam pengelolaan sampah, yakni tempat terakhir pembuangan sekaligus pemrosesan sampah. Namun, sampah yang masuk ke TPA masih banyak dalam kondisi tercampur, termasuk sampah organik dan anorganik.
Padahal, sampah organik masih dapat dikelola sehingga tidak seluruhnya berakhir menjadi timbunan di TPA. Salah satunya dengan memanfaatkan magot sebagai pengurai sampah organik.
“Organik itu kalau kita kelola seperti yang Bapak lihat di sini, kami ada pengurai dengan magot, lalat-lalat BSF,” jelasnya.
Baca Juga Diduga Jadi Korban Kekerasan, Sejumlah Santri Ponpes Jalan Cemara Ujung Banjarmasin Trauma
Baca Juga Kasus Begal Payudara di Kabupaten Banjar, Dosen ULM Nilai Tak Sekadar Gangguan Mental
Melalui pengenalan magot tersebut, masyarakat diharapkan memahami bahwa sampah organik dapat memiliki nilai manfaat apabila dipilah dan dikelola dengan tepat.
Selain magot, UPTD TPA Banjarbakula juga memperkenalkan pemilahan sampah plastik yang masih memiliki nilai ekonomis. Sampah tersebut dapat dipilah dan dimanfaatkan kembali sehingga mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA.
Tak hanya itu, UPTD TPA Banjarbakula turut menampilkan pemanfaatan limbah kayu dan batang pohon kering. Material tersebut dicacah menggunakan alat khusus dan dapat dimanfaatkan sebagai Refuse Derived Fuel (RDF) atau bahan bakar alternatif.