Bupati Rahmat Trianto Sebut Satpol PP Ujung Tombak Penegakan Perda di Tanah Laut
WARTABANJAR.COM, PELAIHARI - Bupati Tanah Laut H. Rahmat Trianto menegaskan peran krusial Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sebagai elemen utama dalam memelihara ketenteraman publik serta menegakkan regulasi daerah.
Hal ini diungkap saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Anggota Tim Responsif Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tanah Laut di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (2/6/2026).
Rahmat menyatakan bahwa stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayahnya sangat bergantung pada integritas serta ketegasan para personel di lapangan.
Oleh karena itu, posisi Satpol PP dinilai sangat strategis dalam menopang roda pemerintahan daerah.
"Saya melihat Satpol PP adalah ujung tombak pemerintah daerah.
Keberhasilan menjaga ketertiban, keamanan, dan merespons berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat sangat bergantung pada peran Satpol PP," ujar Rahmat dalam sambutannya.
Baca Juga Kebakaran di Gang Kalimantan 1, SMK Muhammadiyah 1 Banjarmasin Ikut Terbakar
Rahmat juga membantah persepsi sebagian masyarakat yang menganggap Satpol PP sebagai institusi yang kurang diminati.
Ia menekankan bahwa dedikasi para personel merupakan tugas yang mulia karena bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat dan penegakan hukum daerah.
Ia berharap seluruh anggota Satpol PP dan Damkar senantiasa menjaga kepercayaan diri, profesionalisme, serta kewibawaan saat bertugas.
Kepada 40 peserta pelatihan, Rahmat berpesan agar momentum bimtek ini dimanfaatkan secara optimal untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya sebagai modal berharga dalam menjalankan tugas operasional harian.
"Tidak ada ilmu yang sia-sia. Serap seluruh materi yang diberikan dan manfaatkan kesempatan untuk bertanya kepada para narasumber karena semuanya akan bermanfaat dalam mendukung tugas di lapangan," tambahnya.
Kegiatan yang bersumber dari dana APBD Kabupaten Tanah Laut Tahun Anggaran 2026 ini berlangsung selama tiga hari, mulai 2 hingga 4 Juni 2026. Peserta pelatihan terdiri dari berbagai unsur, mulai dari pejabat struktural, personel intelijen, Tim Responsif, komandan peleton, komandan regu, hingga Praja Pria dan Praja Wanita.