Luncurkan MBG B3, SPPG Panggung Sukses Sasar Ratusan Penerima Manfaat
WARTABANJAR.COM, PELAIHARI - Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Panggung resmi meluncurkan sekaligus memonitoring pendistribusian program Makan Bergizi Gratis (MBG) kategori B3 untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di Balai Desa Panggung, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan pada Selasa (2/6/2026).
Program ini menyasar enam titik posyandu yang tersebar di dua wilayah dengan total 328 penerima manfaat.
Peluncuran perdana hari ini berfokus di Posyandu Anggrek yang bertempat di Balai Desa Panggung.
Pelaksanaan di Desa Panggung ini menjadi babak baru perluasan jangkauan program, menyusul penyaluran kategori B3 di Kelurahan Pabahanan yang sebenarnya sudah berjalan sukses sejak sekitar dua bulan yang lalu.
Sebagai informasi, kategori B3 dalam program MBG merupakan intervensi gizi spesifik yang ditujukan bagi kelompok rentan, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita, guna mencegah stunting serta meningkatkan kualitas kesehatan keluarga sejak dini.
Baca Juga Kebakaran di Gang Kalimantan 1, SMK Muhammadiyah 1 Banjarmasin Ikut Terbakar
Baca Juga Prakiraan Cuaca Kalsel Hari ini, Tabalong Balangan Hujan Sejak Sore
Koordinasi dan monitoring ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Panggung Bambang Supriyanto, para kader Posyandu, serta ratusan ibu-ibu penerima manfaat.
Hadir pula rombongan tim pelaksana yang dipimpin oleh Mitra Yayasan Nanam Jariyah Indonesia (Mazaya Catering) Suhendarti, S. Pd., didampingi Kepala SPPG Panggung Muslimin Al Ma'arif, Pengawas MBG dari Kodim 1009/Tanah Laut Martiman, serta Ahli Gizi Vanny Mahendra.
Kepala SPPG Panggung, Muslimin Al Ma'arif memaparkan rincian teknis mengenai wilayah sebaran penerima manfaat program prioritas tersebut.
"Hari ini kami melaksanakan koordinasi dan monitoring program MBG B3 yang berjalan di 6 titik, yaitu 4 posyandu di Kelurahan Pabahanan dan 2 posyandu di Desa Panggung.
Total keseluruhan ada 328 penerima manfaat yang kami sasar agar pemenuhan gizi ini benar-benar tepat sasaran dan berdampak langsung pada kesehatan masyarakat," ujar Muslimin Al Ma'arif.
Ia juga menambahkan bahwa intervensi di Pabahanan sudah memasuki bulan kedua, sementara untuk Desa Panggung baru saja resmi dimulai.