WARTABANJAR.COM, BANJARBARU- Demi menjaga keselamatan pengguna jalan, Satlantas Polres Banjarbaru meminta pelaksana proyek box culvert di depan Warung Makan Cambai, Jalan Mistar Cokrokusumo, melengkapi rambu-rambu dan warning light selama pekerjaan berlangsung.

Permintaan itu disampaikan karena lokasi pekerjaan di Jalan Mistar Cokrokusumo, Kecamatan Cempaka ini dinilai memiliki potensi risiko kecelakaan lalu lintas.

Karena itu, pihak kepolisian meminta pelaksana memastikan perlengkapan keselamatan terpasang dengan baik selama pekerjaan berlangsung.

Kanit Kamsel Satlantas Polres Banjarbaru, Ipda M Ayatullah mengatakan, rambu-rambu diperlukan agar pengguna jalan dapat mengetahui adanya pekerjaan sekaligus memahami petunjuk arah yang telah disiapkan.

“Untuk keselamatan, kami mengharapkan kepada pelaksana dilengkapi rambu-rambu supaya mudah dilihat dan pengguna jalan dapat memahami petunjuk arah yang bisa memudahkan mereka,” ujarnya, Selasa (2/6/2026).

Selain rambu-rambu, kepolisian juga menilai diperlukan peringatan tambahan agar pengguna jalan dapat mengetahui adanya aktivitas pekerjaan sejak jauh hari.

“Di samping itu juga kami meminta kepada pelaksana sebelum memasuki lokasi pekerjaan itu dipasang warning light supaya mengingatkan kepada masyarakat kalau di sini ada pekerjaan,” ungkapnya.

Menurut Ayatullah, langkah pengamanan tersebut diperlukan karena lokasi pekerjaan berada pada ruas jalan yang sebelumnya cukup sering terjadi kecelakaan lalu lintas.

BACA JUGA: Dinas PUPR Kalsel Mulai Pelebaran Jalan Cempaka Bati-bati Pada 5 Juni, Rampung September 2026

BACA JUGA: Ada Pengerjaan Box Culvert di Depan Warung Cambai Banjarbaru Mulai 5 Juni 2026, ini Jalur Alternatif untuk Kendaraan Berat

”Kondisi jalan yang menurun dan berada pada tikungan membuat jarak pandang pengendara menjadi terbatas, terutama saat berpapasan dengan kendaraan dari arah berlawanan,” jelasnya.

Karena kondisi tersebut, kawasan di sekitar lokasi pekerjaan masuk kategori titik black spot yang memerlukan perhatian khusus selama pelaksanaan proyek berlangsung.

“Sebelumnya memang rawan kecelakaan karena jalannya menurun. Ada tikungan juga sehingga saat berbelok pengendara tidak bisa melihat kendaraan dari arah berlawanan,” pungkasnya. (wartabanjar.com/IKhsan)

Editor: Yayu