Rahmat datang saat kompetisi musim 2020 kala Bali United akan menjalani dua kompetisi resmi di Liga 1 dan Champions League Asia.
Namun pertandingan baru berjalan tiga pekan, kompetisi domestik dihentikan sebelum akhirnya menyusul kompetisi Asia juga berhenti karena situasi pandemi Covid-19.
Pada awal tahun kedatangannya, momen ketidakpastian akan berlangsungnya kompetisi dijalani Rahmat bersama Bali United.
Hingga akhirnya kompetisi dengan hitungan kalender baru yaitu menjadi musim 2021/22 berbuah manis.
Meskipun dengan situasi tanpa penonton karena penyesuaian situasi pandemic Covid-19, Rahmat berhasil memberikan kontribusinya untuk Serdadu Tridatu.
Status juara bertahan dengan sebutan Back to Back disematkan oleh Bali United dimana trofi kedua Liga 1 diperoleh oleh Bali United.
Saat itu, Bali United memuncaki klasemen dengan 75 poin dari 23 kemenangan, 5 kekalahan dan 6 hasil imbang dari 34 pekan pertandingan.
Dengan persembahan satu trofi tambahan melalui kehadiran Rahmat, kini masa perjuangan Rahmat bersama Bali United telah usai.
Mantan pemain PSM Makassar ini pun mengucapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak terkait dari owner, manajemen, ofisial hingga suporter dari Serdadu Tridatu.
“Pada akhirnya saat ada pertemuan, pasti akan ada perpisahan. Terlalu banyak kebahagiaan yang Bali United berikan untuk saya. Terima kasih untuk Bali United yaitu Pak Pieter, Pak Yabes, Pak Michael, teman-teman ofisial dan pemain serta para suporter yang selalu mendapat tempat di hati saya dan saya ijin pamit,” ucap Rahmat. (Wartabanjar.com/atoe)







