Artikel 1: Naskah Lengkap Pleidoi Nadiem Makarim, Dunia Terasa seperti Berakhir
WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Berikut naskah lengkap pleidoi (nota pembelaan) yang dibaca mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim dalam sidang kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management.
Sidang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2026).
Dalam kasus ini ini, Nadiem Makarim dituntut hukuman 18 tahun penjara dan membayar uang pengganti sebesar Rp 5,6 triliun subsidair 9 tahun penjara.
Karena panjangnya naskah, naskah lengkap pleidoi ditayangkan dalam beberapa artikel.
Berikut artikel 1 naskah pembelaan atau pleidoi yang dibaca Nadiem Makarim.
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Majelis Hakim yang saya hormati,
Izinkan saya pertama-tama bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kesempatan menyampaikan pleidoi ini dalam kondisi yang lebih kuat. Saya berterima kasih kepada Majelis Hakim yang telah berkenan memberikan saya kesempatan untuk menjalani perawatan medis di rumah, setelah menjalani operasi saya yang kelima.
Setelah hampir 9 bulan di dalam penjara, sulit menemukan kata-kata untuk menjelaskan kebahagiaan saya, saat dapat berkumpul kembali dengan keempat anak saya dalam masa pemulihan ini. Senyuman mereka tidak hanya memulihkan kesehatan fisik saya, tapi juga memulihkan luka batin saya. Berkat kebaikan hati Majelis, saya merasa dimanusiakan kembali.
Saya juga ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada istri saya, yang setiap hari berdiri di samping saya. Banyak orang tidak menyadari dari bencana yang saya hadapi, istri sayalah yang harus memikul beban terberat. Bahwa keempat anak saya masih bisa bahagia, meskipun kehilangan ayahnya, adalah berkat ketangguhan istri saya. Terima kasih Franka untuk segala-galanya.
Terima kasih kepada bapak dan ibu saya, dan seluruh keluarga saya yang masih setia duduk di bangku belakang ruang sidang tanpa mengenal letih.
Kepada para dokter dan tim medis yang telah merawat saya selama masa tahanan dan masa pemulihan ini.
Kepada para ojol yang senantiasa merangkul saya dan mewarnai ruang sidang. Kepada seluruh guru dan dosen yang senantiasa menyuarakan kebenaran.