Artikel 1: Naskah Lengkap Pleidoi Nadiem Makarim, Dunia Terasa seperti Berakhir
Tetapi melalui pengalaman pahit ini, saya mendapatkan banyak pembelajaran. Saat kebebasan dirampas, tidak ada tempat lain bertualang, kecuali ke dalam diri kita sendiri. Saya belajar untuk bersabar, suatu hal yang sulit untuk saya. Saya belajar untuk memasrahkan diri kepada Allah di saat yang tergelap. Dan dengan jalannya waktu, perlahan-lahan, saya belajar untuk mengheningkan pikiran saya.
Bagi yang belum mengalami penjara, penyiksaan terbesar bukanlah dirampasnya kebebasan, tetapi ketidakpastian yang menghantui pikiran kita dari pagi sampai malam. Bagaimana keluarga saya? Apakah yang akan terjadi besok? Apakah dunia mengetahui apa yang sebenarnya terjadi? Penjara di dalam kepala kita jauh lebih menyakiti dari jeruji besi yang mengunci kita.
Tetapi di dalam kegelapan itulah saya menemukan cahaya baru di dalam diri saya. Penjara melatih saya untuk dapat beriman dalam ketidakpastian. Karena itu, saya dapat berdiri pada hari ini, tanpa rasa takut, siap menghadapi apa pun yang Allah akan berikan kepada saya. Hati nurani saya bersih, karena kebenaran ada di sisi saya.
Yang Mulia Majelis Hakim, sejujurnya, sampai saat ini saya masih mencoba mencerna apa yang sebenarnya terjadi dalam kasus saya. Seumur hidup saya, saya mengira saya mengerti hukum, paling tidak apa yang benar dan apa yang salah. Saya sudah memimpin perusahaan, memimpin kementerian, mengambil keputusan-keputusan besar, tanpa pernah mengorbankan integritas saya. Tapi dalam pengalaman ini, saya menemukan perbedaan yang begitu besar antara apa yang saya pikir benar dengan apa yang saya alami dalam proses hukum kita.