Di Indonesia, bulan purnama dapat mulai terlihat setelah matahari terbenam sekitar pukul 17.30 hingga 18.00 waktu setempat dan akan tampak lebih jelas sepanjang malam.

Waktu terbaik untuk menyaksikan Blue Moon umumnya terjadi sejak awal malam hingga tengah malam saat posisi bulan cukup tinggi di langit.

Pengamatan dapat dilakukan tanpa alat khusus selama cuaca cerah dan langit tidak tertutup awan.

Agar penampakan lebih optimal, masyarakat dianjurkan mencari lokasi dengan langit terbuka dan minim polusi cahaya.

Area perbukitan, pantai, atau lokasi jauh dari keramaian kota biasanya menjadi tempat favorit untuk menikmati fenomena bulan purnama.

Mengapa Disebut Bulan Biru atau Blue Moon?

Dilansir dari NASA Space Place, Minggu (31/5/2026), Blue Moon sebenarnya tidak membuat bulan berubah warna menjadi biru.

Nama tersebut merupakan istilah astronomi yang digunakan untuk menandai kemunculan bulan purnama tambahan.

Meski begitu, dalam kondisi tertentu bulan memang bisa tampak kebiruan.

NASA menjelaskan hal itu dapat terjadi akibat partikel asap atau debu di atmosfer bumi yang memengaruhi pantulan cahaya bulan, namun kondisi tersebut sangat jarang terjadi dan tidak berkaitan langsung dengan fenomena Blue Moon.

Fenomena Blue Moon termasuk salah satu peristiwa astronomi yang jarang terjadi dalam satu tahun kalender.

Karena itu, momen ini sering dimanfaatkan masyarakat dan pengamat langit untuk menikmati pemandangan bulan purnama di langit malam. (wartabanjar.com/berbagai sumber)

Editor: Yayu