‎Mengenai masa depan Fabregas pasca-kelolosan ke Eropa, Mirwan menjelaskan bahwa keputusan sepenuhnya berada di tangan pria asal Spanyol tersebut.

Manajemen menilai, kehadiran sosok pemenang seperti Fabregas, Henry, dan Raphael Varane telah berhasil menyuntikkan mentalitas juara ke dalam tim.

‎​“Hadirnya figur-figur top seperti Cesc Fabregas, Thierry Henry, dan Raphael Varane jelas jadi berkah tersendiri. Karena mereka berhasil menularkan mentalitas dan aura pemenang ke skuad Como 1907,” kata Mirwan.

‎Lebih lanjut sang Presiden menegaskan, tidak ada satupun pihak yang bisa memprediksi garis nasib seseorang.

Oleh sebab itu, manajemen menyerahkan segala langkah dan kelanjutan karier profesional ke depan kepada pilihan pribadi dari sang pelatih.

‎“Terkait masa depannya, semua mutlak menjadi keputusan Cesc sendiri karena garis nasib seseorang tidak ada yang tahu, jadi terserah apa yang ingin dia ambil,” tegas Mirwan.

Tantangan besar berikutnya bagi manajemen Como 1907 kini beralih pada sosok gelandang muda potensial mereka, Nico Paz.

Pemain berbakat tersebut terancam dipulangkan oleh Real Madrid pada jendela transfer musim panas 2026 mendatang.

Klub raksasa La Liga itu memiliki hak eksklusif, berupa klausul pembelian kembali yang bisa mereka aktifkan kapan saja.

Mirwan menyatakan pihaknya tidak dapat mengintervensi situasi tersebut. Karena otoritas penuh atas masa depan sang pemain berada di tangan Madrid.

‎Walau ada risiko kehilangan pilar penting di lini tengah, Mirwan memilih menyikapi keadaan dengan legawa.

Ia menganggap kesempatan bekerja sama dengan raksasa Spanyol itu, sebagai sebuah berkah yang mendatangkan keuntungan. Baik dari sisi performa maupun finansial.

‎Keberhasilan luar biasa Como 1907 menembus kompetisi tertinggi Eropa, menjadi bukti sahih efektivitas investasi asing.

Menarik dinanti bagaimana strategi Mirwan Suwarso dalam membentengi aset terbaiknya pada bursa transfer musim panas nanti. (Wartabanjar.com)