WARTABANJAR.COM, MARTAPURA - Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di Kabupaten Banjar, telah rampung digelar di 20 desa yang tersebar di 11 kecamatan.

Pelaksanaan Pilkades tahun ini pun memasuki babak akhir. Pemerintah Kabupaten Banjar kini mulai menyiapkan sejumlah tahapan lanjutan, sebelum proses tersebut benar-benar dinyatakan tuntas.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Banjar, M Hafizh Anshari, mengatakan pelantikan pambakal terpilih direncanakan digelar pada awal September 2026 mendatang.

”Untuk jadwal pelantikan Pilkades serentak tahun ini direncanakan tanggal 7 September 2026. Untuk lokasi masih belum ditentukan,” ujarnya saat ditemui, Kamis (06/08/2026). 

Sebelum pelantikan dilaksanakan, seluruh usulan nama pambakal terpilih dari masing-masing desa terlebih dahulu diproses menjadi surat keputusan (SK).

”Secara tahapan pelaksanaan Pilkades tahun ini sudah selesai dan semua desa sudah menyampaikan usulan nama pambakal terpilih kepada kami,” katanya.

Baca Juga: Kebakaran di Gambut Banjar, Tiga Rumah Hangus dan Tujuh KK Terdampak

Baca Juga: Kabupaten Banjar Rawan Banjir hingga Karhutla, Literasi Kebencanaan Terus Diperkuat

Pelantikan nantinya tidak hanya diikuti para pambakal hasil Pilkades serentak, tetapi juga akan dirangkai dengan pelantikan pambakal hasil Pemilihan Antar Waktu (PAW).

”Ada juga PAW tiga desa yang akan kami dorong untuk bersama-sama dalam pelantikan nanti. Jadi ada pelantikan pambakal terpilih serentak dan pambakal PAW tiga desa,” ungkapnya.

Selain membahas tahapan lanjutan, Hafizh juga menyoroti pelaksanaan Pilkades yang telah berlangsung di 20 desa tersebut.

”Untuk Pilkades tahun ini secara umum tidak ada gugatan. Mulai dari tahap persiapan sampai pada pelaksanaan tidak ada gugatan atau keberatan dari calon,” tuturnya.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari koordinasi yang terus dibangun antara Dinas PMD, bersama panitia pemilihan di tingkat desa maupun kecamatan, selama seluruh tahapan Pilkades berlangsung.

Hafizh juga menyinggung tingkat partisipasi masyarakat dalam Pilkades Serentak 2026. Ia menilai, kehadiran pemilih menjadi salah satu catatan yang akan dievaluasi untuk penyelenggaraan Pilkades berikutnya.