Oleh karena itu, pastikan posisi duduk menopang punggung dengan baik, kedua kaki menapak di lantai, dan jangan menyilangkan kaki terlalu lama.
Saat tidur, usahakan posisi kepala, bahu, dan pinggang sejajar.
Gonta-ganti posisi tidur secara berkala, dan gunakan bantal di antara lutut (untuk yang tidur menyamping) atau di bawah lutut (untuk yang tidur telentang) agar posisi lebih nyaman dan tidak gampang mengalami kebas.
3. Penuhi kebutuhan cairan tubuh
Kekurangan cairan (dehidrasi) bisa membuat otot cepat kram, terutama setelah aktivitas berat atau saat cuaca panas.
Usahakan minum air putih minimal 8 gelas sehari.
Jika Anda banyak berkeringat, berolahraga, atau sedang sakit, tambahkan asupan air putih.
Anda juga bisa memantau warna urine. Jika warna urine kuning pekat, itu menandakan tubuh butuh lebih banyak air.
Selain air putih, bisa juga mengonsumsi buah yang tinggi air, seperti semangka, melon, dan jeruk.
4. Kompres hangat pada area yang kram
Mengompres bagian tubuh yang kram dengan handuk hangat atau botol berisi air panas bisa melancarkan sirkulasi darah dan meredakan ketegangan otot.
Tempelkan kompres hangat selama 15–20 menit di area yang terasa tegang, misalnya betis atau leher.
5. Pijat ringan
Pijatan yang ringan pada area yang kram, kebas, atau kesemutan dapat memperbaiki sirkulasi darah, merelaksasi otot, dan mengurangi rasa tidak nyaman.
Misalnya, jika kaki kram saat tidur, gosok lembut area tersebut sambil meluruskan dan meregangkan kaki. Anda bisa menggunakan minyak zaitun atau minyak kayu putih untuk memijat.












