Jelang Laga Final Liga Champions: Arsenal Makin Pede, PSG Ubah Taktik
Dari kubu PSG, tampaknya tidak akan tampil dengan pendekatan biasa saat menghadapi Arsenal di final Liga Champions akhir pekan ini.
Pelatih Luis Enrique mengonfirmasi, PSG tengah menyiapkan struktur pertahanan baru demi meredam kekuatan The Gunners di Budapest.
PSG dikenal dengan gaya menyerang bebas dan agresif khas Enrique, sementara Arsenal tampil sebagai tim paling disiplin dan terorganisir di Eropa musim ini.
Menjelang laga final liga champions, pelatih PSG Luis Enrique bahkan memberikan pujian besar kepada pasukan Arsenal di bawah Mikel Arteta.
”Mereka adalah tim bertahan terbaik di Eropa, dan sudah beberapa tahun seperti itu. Ini adalah kombinasi yang eksplosif,” ujar Luis Enrique.
Pelatih PSG itu mengakui, Arsenal punya keseimbangan luar biasa antara pertahanan kokoh dan efektivitas menyerang.
Dijelaskan, Arsenal tidak bergantung pada satu pemain dan mencetak banyak gol dari bola mati, dan memiliki kombinasi sebagai tim yang tidak kebobolan dan mencetak banyak gol.
Meski gaya bermain Arsenal kerap dianggap terlalu pragmatis oleh sebagian pengamat, Enrique justru menilai pendekatan itu sangat efektif.
”Orang mungkin mengatakan bahwa mereka tidak mencetak gol tim, tetapi siapa yang peduli tentang itu? Tanyakan kepada penggemar Arsenal mana pun, dan saya yakin mereka senang,” tandas Luis Enrique.
Biasanya PSG bermain dengan garis pertahanan tinggi dan pressing agresif. Namun, Enrique memberi sinyal bahwa pendekatan itu bisa berubah saat menghadapi Arsenal.
Melansir Football London, dia menegaskan timnya harus mampu beradaptasi demi menghentikan permainan kolektif Arteta.
”Semua ini berarti kita harus beradaptasi untuk bermain dan bertahan, dengan cara yang berbeda dibandingkan dengan apa yang biasanya kita lakukan jika kita ingin mengalahkan mereka,” terang Luis Enrique.
Pernyataan itu memperkuat dugaan bahwa PSG akan tampil lebih hati-hati di final.
Tanda-tanda perubahan sebenarnya sudah terlihat saat PSG menghadapi Bayern Munich di semifinal.
Berbeda dari biasanya, mereka lebih konservatif dan bertahan lebih dalam, terutama di area sekitar kotak penalti.