2. Kanker Usus Besar dan Prostat
Badan Kesehatan Dunia (WHO) melalui International Agency for Research on Cancer (IARC) mengklasifikasikan daging olahan sebagai karsinogen Grup 1 (penyebab kanker) dan daging merah sebagai Grup 2A (mungkin karsinogenik).
Senyawa seperti nitrat dan heterocyclic amines (HCAs) dalam daging olahan memicu kerusakan DNA.
3. Obesitas & Diabetes Tipe 2
Daging tinggi lemak meningkatkan asupan kalori berlebih, yang berkontribusi pada obesitas.
Penelitian di American Journal of Clinical Nutrition (2019) menemukan bahwa konsumsi daging merah lebih dari 100 gram/hari meningkatkan risiko diabetes tipe 2 hingga 19%.
4. Gangguan Pencernaan & Asam Urat
Daging sulit dicerna dan rendah serat, sehingga berisiko menyebabkan sembelit.
Selain itu, kandungan purin dalam daging (terutama jeroan) memicu peningkatan asam urat, yang berujung pada gout arthritis.
5. Dampak Lingkungan & Resistensi Antibiotik
Industri peternakan menyumbang 14,5% emisi gas rumah kaca global (FAO, 2021). Konsumsi daging berlebihan juga mempercepat resistensi antibiotik akibat penggunaan antibiotik pada ternak.
(Wartabanjar.com/rspertamina)
Editor Restu







