Didepaknya kuartet ini menguntungkan mantan penyerang Milan, Zlatan Ibrahimovic. Tidak tersentuh PHK, eks striker asal Swedia itu malah menjadi figur yang lebih kuat di AC Milan.

Ibra bakal mengambil kendali Milan terutama dalam hal teknis, termasuk perekrutan pemain.

"Saya memahami bahwa orang yang akan menentukan di sisi teknikal adalah Zlatan Ibrahimovic," ungkap jurnalis terkemuka Italia, Gianluca Di Marzio.

"Dari apa yang kami ketahui, dia akan memiliki lebih banyak kekuatan. Dia tidak akan mengambil peran direktur olahraga, tetapi akan menjadi orang dengan kekuatan yang paling besar serta lebih mewakili Gerry Cardinale," lanjutnya.

Langkah pertama Ibrahimovic pastinya adalah menentukan pengganti Allegri sebagai pelatih.

Media-media Italia meyakini Milan sudah menghubungi agen mantan pelatih Bournemouth, Andoni Iraola.

Ada pula nama Marco Silva dan Xavi Hernandez. Namun, Ibrahimovic kabarnya menginginkan mantan rekan setimnya dulu di Milan.

Dia adalah Mark van Bommel, mantan gelandang asal Belanda yang terakhir membesut klub Liga Belgia, Royal Antwerp, pada selang 2022-2024.

Dipertahankannya Ibra oleh Milan tampaknya tidak akan disambut baik oleh suporter. Karena Ibra dianggap sama bertanggung jawabnya seperti Furlani, Moncada, Tare, dan Allegri.

Dia memang pernah berjasa semasa masih menjadi pemain, dengan mempersembahkan scudetto 2011 dan 2022.

Akan tetapi sebagai petinggi klub, Ibrahimovic dianggap hanya omong besar tanpa hasil kerja yang nyata.

Menyusul kabar dipecatnya Furlani, Moncada, Tare, dan Allegri, Milanisti membentangkan spanduk yang mendesak supaya Ibra juga didepak.

"Tidak boleh ada yang bertahan. Ibrahimovic juga harus pergi secepatnya," begitu isi tulisan spanduk tersebut. (Wartabanjar.com)