WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Maraknya aksi konvoi remaja yang membawa senjata tajam dan diduga hendak melakukan tawuran mulai menjadi perhatian serius di Kota Banjarmasin.

Fenomena tersebut dinilai dapat mengganggu keamanan lingkungan jika tidak segera ditangani.

Ketua Komisi I DPRD Kota Banjarmasin, Aliansyah mengaku prihatin dengan munculnya kelompok geng remaja yang terlibat aksi konvoi sambil membawa senjata tajam.

Baca Juga Legislator DPR Asal Kalsel Siapkan Beasiswa bagi Yosepha yang Protes ke Juri LCC 4 Pilar

Menurutnya, kondisi tersebut tidak mencerminkan karakter masyarakat Banjarmasin yang selama ini dikenal religius dan menjunjung tinggi ketertiban.

“Ini tentu menjadi perhatian bersama. Adanya geng remaja membawa senjata tajam bukan budaya masyarakat kita,” ujar Aliansyah.

Meski belum dianggap dalam kondisi darurat, Aliansyah menilai persoalan itu tidak boleh dianggap biasa.

Ia mengingatkan potensi konflik antar kelompok remaja bisa berkembang lebih besar apabila pengawasan lemah.

Ia juga mengungkapkan, kelompok remaja tersebut diduga memiliki jaringan komunikasi yang cukup terorganisir melalui media sosial dan aplikasi percakapan.

Bahkan, sejumlah kelompok disebut memiliki identitas atau nama geng masing-masing.

“Mereka berkomunikasi lewat media sosial untuk berkumpul maupun melakukan konvoi,” katanya.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera itu menegaskan aksi membawa senjata tajam dan mencari lawan tawuran harus dicegah sejak dini.

Karena itu, ia meminta semua pihak mulai dari pemerintah, aparat keamanan, sekolah hingga keluarga ikut memperkuat pengawasan terhadap remaja.

Menurutnya, peran orang tua menjadi faktor paling penting dalam mencegah anak terlibat pergaulan negatif. Orang tua diminta lebih aktif memantau aktivitas anak di luar rumah, termasuk penggunaan telepon genggam dan pergaulan sehari-hari.

“Jangan sampai orang tua tidak tahu anaknya keluar dengan siapa dan pulang jam berapa. Pengawasan harus lebih diperhatikan,” pungkasnya. (wartabanjar.com/iqnatius/*)

Editor Restu