“Kalau kita lihat di Rencana Umum Pengadaan (RUP), memang tertulis belanja pakaian kepala daerah. Tapi itu hanya penamaan dalam sistem,” kata Astri.

Astri menyebut anggaran tersebut mencakup biaya pembersihan fasilitas di enam gedung besar milik Pemprov Kaltim, termasuk kamar transit VIP, guest house, hingga perlengkapan jamuan.

Hal ini disebabkan adanya kebijakan efisiensi, karena semua kegiatan kedinasan, keagamaan, hingga organisasi masyarakat kini dipusatkan di gedung pemerintah ketimbang di hotel.

“Bukan hanya pakaian. Tapi juga untuk laundry karpet, gorden, bed cover, sprei, sampai taplak dan penutup kursi jamuan,” pungkasnya.

Pihak Pemprov berjanji akan merapikan deskripsi anggaran pada tahun mendatang, agar lebih transparan dan tidak menimbulkan salah persepsi di masyarakat.

Seperti diberitakan, sosok Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Kembali viral, setelah muncul
kebijakan anggaran jasa mencuci pakaian atau laundry Pemprov Kaltim untuk gubernur sebesar Rp450 juta per tahun. (Wartabanjar.com)