Awasi Anak Agar Tidak Sembarang Ikuti Tren Viral Freestyle Handstand

Mengikuti tren di media sosial membuat anak merasa mendapat pengakuan dari teman-temannya. Ironisnya dalam beberap konten orang tua cenderung membiarkan hal tersebut.

“Di usia yang masih dini itu, mereka mungkin belum berpikir panjang akhirnya jadi impulsif ikut-ikutan,” ujar Putri, Kamis (7/5/2026).

Ia meminta orang tua untuk memberikan pendampingan kepada anak, untuk memahami risiko melakukan sesuatu dengan penjelasan yang nyata.

Jika konten viral memang memiliki lebih banyak risikonya, orang tua bisa meminta anak untuk tidak melakukannya.

“Jadi memang ini tuh mungkin trendnya upload terus nanti jadi trend, terus dapat validasi karena mungkin likes dan viewsnya itu banyak gitu ya,” jelasnya.

Terkait konten Freestyle Handstand, Putri menilai, tren tersebut bisa memberikan dampak positif ketika diarahkan melalui pendampingan profesional, agar aktivitas anak dapat terwadahi.

“Karena memang beberapa bakat atau minat anak kita kan sebenarnya bisa juga menjadi sebuah prestasi untuk mereka,” ucapnya.

Meski begitu, ia juga mengingatkan dampak negatif dari tren tersebut. Tanpa ada pelatih dan pengamanan, risiko kecelakaan fisik bahkan kematian bisa terjadi pada anak.

“Memilih-milih mana yang perlu dilakukan, dan orang tua juga bisa menjelaskan ke anak risikonya apa sih bahayanya tren tersebut,” katanya. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)