Pemadaman Bergilir, Air Leding di Sejumlah Wilayah Tabalong Bakal Mati Siang-Malam ini
WARTABANJAR.COM, TABALONG- Pemadaman bergilir di Kalimantan Selatan sekarang ini juga berdampak ke distribusi air leding ke pelanggan.
Di antaranya adalah air leding di Kabupaten Tabalong, hari ini, Minggu (5/7/2026), dipastikan bakal mengalami gangguan akibat pasokan listrik untuk operasional mesin airnya dimatikan sementara oleh PLN.
PTAM Tabalong Bersinar (Perseroda) mengumumkan pasokan listrik ke IPA Belimbing dan IPA Agung mengalami gangguan sehingga distribusi air leding ke pelanggan juga terdampak.
Distribusi air leding akan dihentikan sementara siang hingga malam ini dari pukul 14.00 hingga 19.00 Wita.
Mengutip Instagram PTAM Tabalong Bersinar, wilayah terdampak akibat distribusi air leding dari IPA Belimbing terganggu adalah:
- Belimbing
- Pembataan
- Bangun Sari
- Sulingan
- Tanjung Selatan
- Flamboyan
- Mabuun Raya
- Eka Paksi, dan sekitarnya
Sementara dari IPA Agung, wilayah terdampak adalah:
- Agung
- Tanjung
- Pangkalan
- Kapar
- Jangkung
- Wayau
- Padang Lumbu
- Hikun, dan sekitarnya
Karenanya, para pelanggan terdampak diimbau siapkan cadangan air dan isi penampungan bersih dulu dari sekarang sebelum air leding dimatikan siang ini.
BACA JUGA: Gangguan PLTGU Picu Pemadaman Bergilir di Tiga Wilayah, PLN Targetkan Listrik Pulih Juli ini
BACA JUGA: Air Leding di Sejumlah Wilayah Tabalong Bakal Dimatikan Sementara Lusa
Tanggapan PLN
Menanggapi pemadaman bergilir di Kalsel ini, PLN mengatakan kondisi tersebut dipicu gangguan teknis pada komponen Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) yang berdampak terhadap pasokan daya sistem di Kalimantan.
Gangguan tersebut membuat PLN harus menerapkan manajemen beban di sejumlah wilayah sembari melakukan proses pemulihan.
”Ini adanya gangguan kelistrikan yang ada di Kalimantan, sehingga berdampak kepada kami harus melakukan manajemen beban,” ungkap Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN UID Kalselteng, Muhammad Arif Fikri, Kamis (2/7/2026) lalu di Banjarbaru.
Ia memastikan proses pemulihan terus dilakukan tanpa henti dengan mengerahkan petugas di lapangan.
”Tim PLN saat ini sudah bekerja 24 jam, tujuh hari, terus-menerus agar kelistrikan di Kalimantan ini segera normal kembali,” tegasnya.