WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Persaingan memperebutkan sisa batu bara di palka tongkang berujung maut di perairan laut Taboneo, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut, Senin (4/5/2026) malam.
Kejadian bermula saat korban bersama rekan-rekannya naik ke atas Tongkang RMN 3316, untuk mengumpulkan limbah batu bara.
Namun, pembagian porsi yang dianggap tidak merata memicu ketegangan hebat antara dua pihak yang berada di sana.
Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan melalui Kasat Polairud Iptu Alamsyah Sugiarto, menjelaskan bahwa insiden bermula dari perselisihan antara pelaku dan saksi.
Korban yang berada di lokasi berniat melerai, namun justru menjadi sasaran serangan senjata tajam.
“Setelah menunggu lama akhirnya ada batu bara yang tersisa di dalam tongkang. Selanjutnya pelaku mempunyai bagian yang lebih banyak daripada bagian milik saksi, karena pelaku lebih dulu tiba di atas tongkang RMN 3316,” ungkap Iptu Alamsyah Sugiarto.
Cekcok mulut yang berubah menjadi baku hantam tak terhindarkan. Saat itulah korban mencoba menengahi, namun nahas, pelaku langsung mengayunkan sebilah pisau.
“Korban Rafii berniat membantu Hilman, namun Kaspul Anwar mengayunkan sebilah pisau yang mengenainya. sehingga Rafii terjatuh dan tidak sadarkan diri,” tambah Kasat Polairud.
Korban dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan, saat hendak dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis.(Wartabanjar.com/Gazali)






