“Kalau nanti tinggi muka air mulai turun, kami akan berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai untuk pembukaan pintu air,” lanjutnya.
Sementara itu, kejadian karhutla di daerah ini disebut masih dalam skala kecil dan dapat ditangani oleh tim di tingkat kabupaten/kota.
“Masih skala kecil dan bisa ditangani oleh kawan-kawan di daerah,” ungkapnya.
Meski demikian, BPBD Kalsel memprediksi puncak musim kemarau akan terjadi dalam waktu dekat.
“Diperkirakan pertengahan Mei hingga September mulai memasuki puncak kemarau,” imbuhnya.
“Untuk saat ini memang Kalsel menetapkan status siaga karhutla,” tandasnya. (wartabanjar.com/IKhsan)
Editor: Yayu







