WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Papua memiliki dua klub sepak bola yang kini berkiprah di kompetisi Liga 1 Super League dan Liga 2 Championship: PSBS Biak dan Persipura Jayapura.

Nasib performa kedua tim kebanggan warga Papua ini berbanding terbalik, PSBS sudah pasti degradasi dari Liga 1 Super League ke Liga 2.

Sebaliknya, Persipura masih memiliki peluang promosi dari Liga 2 Championship ke Liga 1.

Nasib Persipura akan ditentukan dalam laga playoff melawan Adhyaksa FC, Sabtu (8/5/2026).

Tim berjuluk Mutiara Hitam diuntungkan karena akan bertanding di rumah sendiri, Stadion Lukas Enembe, Jayapura.

Sebaliknya, PSBS Biak harus menerima kenyataan pahit turun kasta setelah tampil buruk sepanjang musim.

Hingga pekan ke-31, klub berjuluk Badai Pasifik itu hanya mampu mengoleksi 18 poin dari 31 pertandingan.

Mereka hanya mampu 4 kali menang, 6 kali imbang dan 21 kali kalah.

PSBS Biak berada di jurukunci klasemen Liga 1 Super League.

Degradasi ini terasa ironis karena di musim lalu, PSBS Biak juara Liga 2 yang promosi ke Liga 1.

Bahkan, banyak pengamat yang menyebut PSBS Biak adalah simbol kebangkitan klub-klub Papua di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, setelah Persipura berkutat di Liga 2.

Selain PSBS, tim lain di Liga 1 Super League yang juga sudah pasti degradasi adalah Semen Padang.

Tinggal satu tim lagi untuk memenuhi kuota 3 tim yang harus turun kasta.

Sebaliknya, dari Liga 2 juga sudah ada 2 tim yang pasti promosi ke Liga 1 yakni Garudayaksa dan PSS Sleman.

Satu slot lagi akan diperebutkan Persipura dan Adhyaksa FC melalui laga playoff.

Situasi ini menciptakan ironi besar: saat satu klub Papua jatuh ke kasta kedua, klub lainnya justru berjuang untuk naik ke kasta tertinggi.

PSBS Biak, yang baru saja mencicipi Liga 1, harus kembali membangun dari awal di Championship.

Sebaliknya, Persipura yang merupakan salah satu klub sepak bola legendaris Indonesia, berpeluang mengembalikan kejayaan mereka.

Jika Persipura berhasil promosi, maka Papua tetap memiliki wakil di kasta tertinggi.