WARTABANJAR.COM, TANJUNG- Minat masyarakat terhadap layanan angkutan Langsat Manis milik Pemerintah Kabupaten Tabalong mengalami peningkatan signifikan hingga 50 persen.
Kenaikan ini terjadi seiring melonjaknya tarif jasa travel akibat naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi, sementara tarif Langsat Manis tetap stabil.
Kondisi tersebut membuat masyarakat mulai beralih ke layanan transportasi yang lebih terjangkau.
Kenaikan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax Turbo dan Dexlite berdampak langsung pada tarif angkutan travel di sejumlah wilayah Kabupaten Tabalong.
Kepala UPTD Balai PKB Tabalong, Makarius Djatmiko, mengatakan bahwa animo masyarakat terhadap layanan Langsat Manis meningkat cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
Menurutnya, tarif yang tidak mengalami perubahan menjadi faktor utama yang menarik minat penumpang.
“Dengan tarif yang tidak berubah, animo atau antusiasme penumpang terhadap armada Langsat Manis yang kami kelola mengalami kenaikan sekitar 40 hingga 50 persen,” ujar Makarius pada wartabanjar.com, Selasa (5/5/2026).







