Kalsel Diprediksi Sebentar Lagi Kemarau, ini Tips Jitu Lawan Panas dan Cuaca Ekstrem

Warna urine sangat berkaitan dengan seberapa pekatnya itu.

Semakin terhidrasi, semakin terang seharusnya urine tersebut.

Namun, terlalu banyak minum air putih juga memiliki risiko tersendiri yang perlu diwaspadai.

Target idealnya adalah warna kuning pucat seperti air perasan lemon.

“Urine yang bening dapat menandakan hidrasi berlebih, yang membawa risikonya sendiri berupa penurunan kadar natrium yang berbahaya,” tutur dr. Bryczkowski.

Selain mengandalkan air, membatasi aktivitas di luar ruang saat siang hari dan menggunakan busana berbahan ringan sangat penting.

Pakaian longgar membantu sirkulasi udara bekerja optimal sehingga panas tubuh lebih mudah menguap.

“Saat kelembapan semakin tinggi, kemampuan tubuh untuk mendinginkan diri melalui keringat menjadi berkurang sehingga rentan terhadap bahaya serangan panas,” sambungnya.

Sementara itu, dr.Riana R. Pryor menjelaskan bahwa keringat membantu tubuh melepaskan panas ke udara, itulah sebabnya kita berkeringat saat cuaca panas.

“Namun, jika pakaian terlalu tebal atau tidak memungkinkan udara menyentuh kulit, keringat hanya akan menetes tanpa mendinginkan tubuh, sehingga berisiko menyebabkan dehidrasi tanpa manfaat pendinginan,” ucapnya.

Berada di bawah terik matahari dalam waktu lama memaksa tubuh beradaptasi lebih keras, yang akhirnya bisa memicu beragam keluhan penyakit akibat panas.

Menurut dr. Pryor, jantung manusia bisa menjadi tegang karena harus bekerja keras saat seseorang sedang kepanasan untuk waktu yang lama.