“Ini butuh kebijakan masing-masing pasangan karena selamanya mereka diprediksi tidak akan hamil lagi,” tambahnya.
Direktur RSUD Hadji Boejasin, drg. Budi Rukhiyat, menjelaskan alasan sulitnya mencari peserta pria karena prosedur ini merupakan keputusan berat. Ia menegaskan bahwa pembatalan hanya bisa dilakukan sebelum tindakan medis dimulai.
“Kalau sebelum operasi tentu bisa karena ada informed consent. Bahkan sesaat sebelum tindakan pun masih bisa kita batalkan. Jadi kalau ditanya apakah bisa di-*cancel*? Jawabannya bisa,” jelas drg. Budi Rukhiyat.
Namun, drg. Budi memberikan peringatan keras bagi mereka yang sudah selesai menjalani operasi karena hasilnya tidak dapat dikembalikan seperti semula.
“Kalau sudah dilaksanakan sudah tidak bisa dibalikin lagi. MOW ada yang diikat atau dipotong, kalau sudah dipotong tidak bisa kembali. MOP juga metodenya langsung dipotong, jadi tidak bisa dikembalikan lagi,” tegasnya.(Wartabanjar.com/Gazali/*)
Editor Restu







