RSUD Boejasin Ingatkan Vasektomi Adalah Kontrasepsi Permanen

WARTABANJAR.COM, PELAIHARI– Stigma negatif yang menganggap prosedur sterilisasi atau vasektomi (MOP) sebagai “aib” pria masih menjadi tantangan di Tanah Laut.

Hal ini diungkapkan dalam wawancara di sela pelayanan KB permanen di RSUD Hadji Boejasin Pelaihari, Senin (27/04/2026).

Kegiatan ini dihadiri Ketua TP Posyandu Tanah Laut Hj. Dian Rahmat Trianto, Kepala Dinas DP3AP2KB Maria Ulfah, Direktur RSUD Hadji Boejasin drg. Budi Rukhiyat, serta jajaran medis yang menangani akseptor dari berbagai kecamatan.

Baca Juga Jaringan Surabaya-Banjarbaru Terbongkar, Polisi Sita 1,6 Kg Sabu di Pelabuhan Trisakti

Ketua TP Posyandu Kabupaten Tanah Laut, Hj. Dian Rahmat Trianto, mengungkapkan bahwa minimnya edukasi membuat masyarakat masih ragu memilih metode sterilisasi, padahal langkah ini krusial untuk kesehatan keluarga dan pencegahan stunting.

“Mungkin pertama itu aib ya untuk pria di vasektomi dan wanita di steril, tapi seiring waktu ini untuk kesehatan dan meminimalkan populasi. Edukasi perlu dilakukan karena banyak yang belum tahu ada MOP dan MOW ini,” ujar Hj. Dian.

Ia mengingatkan bahwa metode ini bersifat permanen sehingga memerlukan kemantapan hati dari kedua belah pihak.