Bakal Tes Urine Anak-anak Desa, BNN dan Kesbangpol Tanah Laut Susun Rencana Aksi Daerah P4GN 2026 Cegah Peredaran Narkoba
WARTABANJAR.COM, PELAIHARI- Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tanah Laut merencanakan program deteksi dini penyalahgunaan narkoba yang langsung menyasar anak-anak di kawasan pedesaan.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala BNN Tanah Laut, Ferey Hidayat di acara Rapat Tim Terpadu dalam rangka penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) P4GNPN Tahun 2026 bekerja sama dengan Kesbangpol di Aula Kesbangpol Tanah Laut, Pelaihari, Kalimantan Selatan, Rabu (20/05/2026).
Hal ini merupakan tanggapan BNN Tanah Laut terhadap masukan dari para camat mengenai kerentanan anak-anak terhadap jerat narkoba.
Jika selama ini pemeriksaan urine berkonsentrasi di lingkungan sekolah, ke depan pihaknya akan menyasar anak-anak di desa-desa.
"Rencana saya juga, kita akan melaksanakan tes urin terhadap anak-anak yang ada di desa-desa itu nanti, arahnya lebih ke sana dengan berkoordinasi dengan dinas kesehatan seperti itu," tambah Ferey.
Mengenai operasional Balai Rehabilitasi Narkotika atau Rumah Napza di Tanah Laut, Ferey menyebutkan fisik bangunannya saat ini sudah siap.
Pihaknya kini tengah mendorong pemenuhan sarana prasarana, kesiapan sumber daya manusia, serta anggaran operasional agar fasilitas tersebut bisa segera digunakan masyarakat.
"Jadi, secara umum, gedungnya sudah ada. Saat ini, kita sedang menyusun dan mendorong agar sarana prasarananya dapat dipenuhi. Kemudian SDMnya untuk pelaksanaan juga terpenuhi, termasuk anggaran untuk operasionalnya," jelasnya.
Ferey menegaskan bahwa seluruh program yang telah dirancang dalam RAD ini akan segera diimplementasikan di lapangan dalam waktu dekat.
Saat ini, BNN dan tim terpadu hanya tinggal menunggu legalitas resmi dari kepala daerah agar aksi pencegahan bisa langsung berjalan.
"Aksi ini akan segera kita mulai ya, dan ini tinggal menunggu pengesahan dari Bapak Bupati kita. Upayakan seminggu paling rapat sudah harus berjalan," katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa penyusunan RAD ini sengaja melibatkan seluruh elemen masyarakat dan instansi lintas sektor.
Keterlibatan ini mencakup berbagai tahapan penanganan, mulai dari sosialisasi pencegahan hingga pemetaan wilayah yang dinilai rawan peredaran narkoba.