Ancaman Mimpi Buruk dari Barito Putera dan PSIS untuk PSS di Liga 2 Championship

WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Persaingan sengit untuk menentukan tim yang mendapat tiket promosi ke Liga 1 Super League masih terjadi di Grup Timur Liga 2 Championship.

Ada 3 tim yang nasibnya ditentukan pada laga terakhir, Minggu (3/5/2026), yakni PSS Sleman, Persipura dan Barito Putera.

Dari ketiganya, PSS Sleman yang memiliki poin terbanyak (53 poin), tetapi justru terancam “terpeleset” oleh PSIS Semarang dan Barito Putera.

Kok bisa? Pada laga terakhir PSS Sleman akan menjamu PSIS Semarang yang sudah pasti bertahan di Liga 2 Championship dan tidak mungkin mendapat promosi, sehingga bisa bermain tanpa beban.

Selain itu semangat pemain PSIS Semarang sedang tinggi karena faktor pelatih baru Kas Hartadi dan hasil menang 1-0 atas Kendal Tornado FC.

Sebaliknya, PSS Sleman yang kini berada di puncak klasemen bisa bermain dalam tekanan harus lolos promosi.

Selain itu, di dalam laga terakhir melawan tim papan bawah Persiba Balikpapan, tim Super Elja (julukan PSS) hanya imbang 1-1.

“Mimpi buruk” PSS Sleman akan hadir bila kalah dari PSIS Semarang.

Sebab dengan kekalahan maka poin PSS Sleman tetapi di 53, sementara pesaingnya Barito Putera menang atas Persipal Palu di laga terakhir, maka poin mereka akan sama.

Persipal adalah tim terlemah di Grup Timur Liga 2 Championship dan sudah pasti degradasi ke Liga 3.

Maka, Barito Putera selaku tuan rumah diprediksi menang besar sehingga poinnya menjadi 53, atau sama dengan PSS Sleman (bila) kalah dari PSIS Semarang.

“Mimpi buruk” PSS Sleman dari Barito Putera terjadi karena secara head to head perolehan gol, Barito Putera lebih unggul.

Bila itu terjadi maka PSS Sleman akan terlempar ke peringkat 3 klasemen alias tidak masuk zona promosi.